Program individual

wpid-images-5.jpeg

Mendidik anak berkebutuhan khusus (special needs) pada dasarnya sama dengan mendidik anak yang tumbuh dan berkembang secara normal, karena setiap anak ibarat kertas putih yang kosong dan baru memulai belajar.

Orang yang menjadi tauladan disekitar anak seperti orang tua, kakek-nenek, saudara kandung, atau guru harus memberikan contoh nyata agar anak tumbuh dan berkembang dengan maksimal.

 

Misalnya anak diajarkan salam maka orang tua mencontohkan salam yang benar bukan hanya memberikan instruksi verbal kepada anakMendidik anak berkebutuhan khusus (special needs) pada dasarnya sama dengan mendidik anak yang tumbuh dan berkembang secara normal, karena setiap anak ibarat kertas putih yang kosong dan baru memulai belajar. Orang yang menjadi tauladan disekitar anak seperti orang tua, kakek-nenek, saudara kandung, atau guru harus memberikan contoh nyata agar anak tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Misalnya anak diajarkan salam maka orang tua mencontohkan salam yang benar bukan hanya memberikan instruksi verbal kepada anak.Be

danya mendidik anak berkebutuhan khusus, lingkungan juga harus mengerti karakter dari setiap anak berkebutuhan khusus lengkap dengan segala “keunikan” dalam dirinya. Contohnya anak dengan spektrum autis, yang jelas bermasalah dalam sosialisasi harus diupayakan semaksimal mungkin agar mampu beradaptasi dengan siapapun dan di lingkungan manapun. Orang tua yang cenderung memanjakan anak, tentu tidak bisa terus membiarkan anaknya di rumah, hanya karena tidak tega jika anak bertemu lingkungan baru akan menangis atau bahkan tantrum (mengamuk).

contoh lain anak dengan gejala hiperaktif, yang sulit fokus dan biasanya disertai keterlambatan bicara. Jika pada kondisi ini orang tua tidak mampu bersikap sedikit tegas mengatur prilaku anak, maka akan berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya seperti pergaulan dan pendidikannya.

 

Sikap yang sebaliknya yaitu cenderung pasif atau cuek ke anak akibat orang tua yang lebih mementingkan karier, jika ini terjadi pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus, akan menjadikan perkembangan anak juga semakin lambat. Apalagi jika hal ini terjadi pada anak-anak dengan keterbatasan fisik dan atau mental seperti Cerebral Palsy, Global delayed, atau down syndrome

Pentingnya Mengoptimalisasi Tumbuh Kembang Anak sejak Dini

Bukan hanya anak berkebutuhan khusus yang dengan segala “keunikannya”, Anak normal pun sangat penting untuk di berikan stimulasi sejak usia sedini mungkin atau bahkan sejak dikandungan.

wpid-images-8.jpeg

 

Aspek yang distimulasi pada anak:

 

1. Aspek Motorik

 

Sejak lahir anak sudah distimulasi untuk gerakan-gerakan motorik yang ringan seperti refleks menggengam jari-jari atau refleks menghisap pada mulut. Semakin besar usia anak, semakin besar pula eksekusi gerakannya, seperti mengangkat kepala, tengkurap, duduk, merangkak, sampai berjalan.

Tidak cukup berhenti disitu. Kemampuan motorik anak pun distimulasi lagi lewat gerakan yang lebih fungsional seperti naik-turun tangga, melewati rintangan, memanjat, melompat, lempar tangkap bola,memegang pensil,mengancingkan baju dan sebagainya.

 

2. Aspek Sensori

Tidak kalah penting dengan aspek motorik adalah aspek sensori, bahkan komponen sensory justru yang membuat gerakan motorik tubuh bisa bekerja dengan baik. Komponen sensory sendiri meliputi visual / penglihatan, auditory, keseimbangan, perasa tubuh / indra peraba, pengecap,penciuman, dan posisi tubuh / proprioceptif.

 

Jika ada anak dengan masalah penglihatan tentu perkembangan motoriknya terhambat seperti berjalan. Atau anak dengan gangguan keseimbangan akan kesulitan untuk naik-tangga secara mandiri.

3. Aspek Kognisi

Jangan mengharapkan anak mampu mempunyai perkembangan kognisi / kecerdasan yang optimal dalam pendidikannya kelak jika di kelas si buah hati sulit menjaga fokus penglihatan atau pendengarannya. Apalagi menyalahkan dan melabel anak dengan hal yang negatif (bodoh, malas) kalau sejak awal orang tua yang justru kurang memperhatikan perkembangan motorik dan sensori anak. Pada akhirnya anak bergantung terhadap orang lain, bahkan bisa menimbulkan ketidakpercayaan (self confidence) pada diri sendiri sehingga anak mengalami masalah dalam bersosialisasi.

Terapi Okupasi

Terapi Okupasi adalah terapi yang diberikan kepada anak untuk mengoptimalisasi proses tumbuh kembangnya baik dari segi motorik, sensorik, kognitif, peIiaku, dan sosial. Sehingga anak mampu secara maksimal dalam melakukan perannya seperti aktivitas sehari-hari (makan, mandi, berpakaian), bermain, belajar dan bersosialisasi dengan lingkungannya sesuai usia perkembangannya.

Jenis Terapi Okupasi:

 

Terapi Sensori Integrasi (modulasi dan regulasi dari input penglihatan, pendengaran, keseimbagan, penciuman) untuk memaksimalkan fungsi otak

Terapi Perkembangan Pola Pikir Anak atau kecerdasan anak (Mengenal warna, orang, bentuk, angka, huruf, hafalan, berhitung, pengetahuan)

Terapi Perkembangan Motorik Halus (Menulis, Menggambar, Memegang sendok / makan, berpakaian)

Terapi Prilaku

Tips Menstimulasi Anak:

– Latih anak gerakan motorik sesuai usia perkembangannya

– Berikan anak berbagai macam tekstur makanan untuk menstimulasi oral motornya

– Berikan anak permainan edukatif yang menstimulasi perkembangan kognisi anak, seperti : puzzle,flashcard

 

– Sesering mungkin membawa anak ke lingkungan sosial

 

– Ajak anak ke arena bermain (playground)

 

Pertumbuhan dan perkembangan yang optimal dari seorang anak adalah harapan dari setiap orang tua. Sebab itu sangat penting bagi orang tua untuk mencermati perkembangan anak dan segera memulai terapi sedini mungkin dari berbagai disiplin ilmu agar anak bisa berkembang secara optimal.

 

“Stimulasi anak sedini mungkin menjadikan perkembangan anak seoptimal mungkin”

Untuk informasi lebih lanjut silakan hub. MS. cherlyema. Hp..081381317773

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s